Jurus Ampuh Menyiasati oDesk Readiness Test

Sesuai dengan namanya, oDesk Readiness Test bertujuan untuk menguji apakah kita sudah memahami sistem yang diterapkan di oDesk.com atau belum. Semua kontraktor di oDesk.com wajib mengikuti tes ini dan harus lulus. Skor minimal untuk lulus adalah 100% atau dengan kata lain kita harus bisa menjawab dengan benar semua pertanyaan yang diberikan.

Ada dua macam oDesk Readiness Test, yaitu:

  1. oDesk Readiness Test for Independent Contractors and Staffing Managers
  2. oDesk Readiness Test for Agency Contractors

Tes mana yang harus kita ikuti? Karena kita akan bekerja sebagai kontraktor independen tentunya yang pertama yang harus kita ikuti. Lain halnya jika kita ingin menjadi agen kontraktor yang kerjanya mencarikan proyek untuk orang lain.

Nah, dalam tes tersebut kita akan mendapat 11 pertanyaan (pilihan ganda) seputar seluk beluk oDesk.com dan harus kita selesaikan dalam waktu 60 menit dan harus benar semua. Jika gagal kita harus mengulang lagi sampai dinyatakan lulus.

Berikut ini materi yang diujikan dalam tes tersebut:

  • Using oDesk Team and timelog in order to qualify for guaranteed work
  • oDesk Policy
  • Applying to jobs
  • Affiliate Company Payments

Dibandingkan dengan tes-tes yang lainnya, oDesk Readiness Test merupakan tes yang paling mudah. Kenapa demikian? Karena selain jumlah soalnya cuma 11, di setiap soalnya kita juga diberikan panduan berupa link artikel yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut. Nah, jika kita ragu atau tidak tahu jawabannya sama sekali, klik saja link tersebut dan cari jawabannya pada artikel tersebut. Gampangkan?

Ada beberapa tips sederhana agar kita bisa lulus dengan cepat tanpa harus mengulang berkali-kali:

  • Pahami lebih dahulu sistem kerja di oDesk.com. Manfaatkan panduan yang sudah mereka sediakan di sini.
  • Baca instruksi setiap soal dengan cermat dan teliti. Kadang-kadang ada pertanyaan yang mempunyai jawaban benar lebih dari satu.
  • Manfaatkan link bantuan yang tersedia jika kita ragu dengan jawaban pertanyaan tersebut.
  • Atur waktu dengan baik, kita hanya diberi waktu 60 menit untuk menyelesaikan tes.
  • Ingat baik-baik setiap pertanyaan yang diberikan (terutama yang kita tidak yakin dengan jawaban yang kita berikan). Jadi jika gagal dan harus mengulang kita sudah mempunyai gambaran soalnya.

Ok, itu saja tips dari saya. Selamat menempuh tes semoga berhasil!

Tanggapan Anda

  1. yoski

    kalau kita memilih bekerja technical writer and accounting di odesk. Yang kita kerjakan itu sulit enggak? Dan seperti apa kerjanya. Soalnya saya newbie jadi belum tau apa apa.mohon bantuannya.trimakasih

    • Wahyu Wibowo

      Tenang saja, tidak sesulit yang kita bayangkan kok. Kalau untuk technical writer saya rasa jika bahasa Inggrisnya jago tidak ada masalah. Bayangkan saja, yang bahasa Inggrisnya pas-pasan seperti saya saja bisa dapat proyek masak yang jago bahasa Inggris takut. Optimis saja, jalani dulu. Kalau nantinya dapat proyek dan ternyata nggak bisa mengerjakan bilang saja terus terang sama klien.

      Cara kerjanya nanti saat kerja kita harus manjalankan program kecil yang disediakan oDesk. Program tersebut beberapa menit sekali akan meng-capture layar komputer kita dan menyimpan screenshot-nya di oDesk. Nah, dari situ klien bisa tahu kita kerja atau tidak. Itu untuk hourly project, sedangkan untuk fixed project tidak perlu. Begitu selesai langsung saja bilang ke klien kalau kita sudah menyelesaikan tugas.

  2. yoski

    kalau saya bahasa inggrisnya masih pas pas an juga.kira*cocok gak saya mengambil pkerjaan yg writer and accounting??…

    • Wahyu Wibowo

      Saya kira yang bisa menilai Anda sendiri. Tapi nggak ada salahnya untuk mencoba. Lebih baik mencoba tapi kemudian gagal daripada gagal sebelum mencoba. Tapi lebih baik lagi kalau kemudian sukses… :)

  3. yoski

    kalau bleh tau admin sendiri proyek apa yang di ambil di odesk?

    • Wahyu Wibowo

      Kalau saya web development tapi khusus WordPress saja.

  4. yoski

    uwh.truz kita bisa melakukan penarikan uang minimal berapa kalau di odesk?

    • Wahyu Wibowo

      Waduh, maaf saya lupa kalau minimal penarikannya. Kayaknya nggak ada minimal. Kalau saya biasanya diatas 100USD baru saya pindahkan ke rekening bank.

  5. ifliandry

    Salam kenal mas …
    Saya baru gabung di oDesk. Awalnya ngeri menghadapi oDesk Readiness Test. Setelah baca artikel ini, saya mulai ‘pede’ ikut test tersebut. Tentu dengan persiapan. Alhamdulillah akhirnya lulus juga.
    Saya mau tanya mas, untuk test keahlian, gambarannya seperti apa mas, agak mudah, susah atau susah sekali ?
    Persiapannya seperti apa sebaiknya. Mungkin Mas Wahyu punya referensi/link untuk belajar. Saya mau fokus dibidang web programming. Bahasa programming yg saya bisa -secara masih standar bener- PHP, xHtml, css, javascript, sedikit jquery dan agak mengerti codeigniter.

    terima kasih sebelumnya mas

    • Wahyu Wibowo

      Salam kenal juga. Untuk tes keahlian sulit atau tidaknya tergantung penguasaan kita masing-masing. Contohnya saya berkali-kali ikut tes bahasa Inggris sampai sekarang belum pernah lulus. Tapi yang lulus dengan nilai sempurna ternyata banyak juga tuh. Kontraktor dari Filipina biasanya jago-jago kalau untuk bahasa Inggris, nggak tau kalau Indonesia :-)

      Pada prinsipnya fokus pada apa yang kita kuasai dulu. Web programming itu cakupannya sangat luas, lebih baik ambil spesialisasi. Kalau saya sendiri hanya fokus WordPress saja, itu pun khusus coding. Saya biasanya terima pekerjaan dari klien dalam bentuk desain XHTML/CSS lalu saya tinggal mengubahnya jadi WP theme. Kalau ada yang perlu dibenahi desain grafiknya saya lempar lagi ke mereka.

      Kalau mau PALUGADA (apa lu mau gua ada), silakan saja. Tapi saya jamin bakalan pusing menanganinya. Beda kalau fokus ke satu bidang, kita bisa kerja dengan tenang dan santai. Apalagi kalau sudah ahli dan jam kerjanya banyak, siap-siap saja kebanjiran proyek “invite” tanpa harus capek-capek mencari sendiri.

      • ifliandry

        Terima kasih atas sarannya mas. sepertinya saya juga harus menentukan spesialisasi.

        Mengenai bahasa inggris, memang harus berjuang juga nih. Bahasa inggris saya masih jauh dari cukup. masih sangat tergantung dengan google translate.

  6. wahyu

    mas … saya sana sini cari informasi tentang odesk … eh taunya nemu web mas ini … n ky’nya mas ngasi infonya ikhlas banget gt sampe diterangin panjang lebar … hehe :D
    gini mas saya mau nanya …
    saya kan kul jurusan akuntansi … nah tapi saya pengen jadi freelance di odesk dengan fokus di bidang pembuatan desain website …
    nah yang saya lagi bingung … apa saja keahlian pokok yang dibutuhkan untuk membuat desain web apakah hanya XHTML + CSS + PHP … lalu apa fungsi java , mysql , dll …
    lalu pertanyaan kedua …
    kan mas wahyu ini kan fokus ke mengubah dokumen XHTML/CSS ke wordpress theme … nah apakah masnya hanya menggunakan XHTML + CSS saja ??? … trimakasih …

    • Wahyu Wibowo

      Pertanyaannya banyak banget ya?

      Serius nih mau fokus di web desain? Kalau jurusannya akuntansi saya rasa mending cari job yang berhubungan dengan dunia itu. Tapi nggak apa-apa juga kalau memang sudah siap tempur dan punya senjata yang bisa diandalkan. Khusus untuk desain web, XHTML/CSS dan Photoshop saja sudah cukup. Tapi dengan catatan harus mahir. Sebagai bekal ambil tes tentang XHTML, CSS dan Photoshop. Kalau bisa lulus dengan predikat TOP 10%, insya Allah bakal mudah cari job. PHP dan Java itu untuk developer/programmer.

      Untuk pertanyaan kedua, bisa dikatakan TIDAK. Job saya berhubungan dengan programming, jadi XHTML dan CSS hanya pendukung saja. Yang paling utama adalah tahu WordPress luar dalam dan jQuery. Di perusahaan web desain luar negeri (termasuk klien saya) sudah ada pembagian yang jelas antara web desainer, programmer, copywriter, project manager, dsb.

      • Wahyu

        owh … gt ya mas … ok saya uda mulai ngerti klasifikasinya …
        kalo menurut mas sendiri dari segi klien atau permintaan lebih banyak mana antara web desainer dan web programmer ??? soalnya rencana baru mau blajar insya’allah pas libur semester …
        Makasi banyak mas … sumpah jelas banget kalo nerangin … :D

      • Wahyu Wibowo

        Saya belum pernah melakukan riset… :-) . Yang jelas untuk WordPress proyek melimpah. Silakan dicermati trend-nya di https://www.odesk.com/trends.

  7. Herdiana

    salam kenal mas, saya herdiana
    oia mau tanya mas…. saya sudah lulus readines test independent for contractor tapi di profil saya masih ada tulisan harus mengikuti test kalo pengen per minggu 20 kerjaan kurang lebih terjemahnya seperti itu, gimana ya mas …. apa ada yang salah. trima kasih

    • Wahyu Wibowo

      Salam kenal juga. Nggak ada yang salah. Selain oDesk Readiness Test, memang dianjurkan untuk mengikuti tes yang lain. Disamping untuk menambah jatah bid, peluang untuk mendapatkan kerja akan semakin besar jika tes yang kita ikuti banyak, apalagi jika bisa lulus dengan predikat TOP 10%.

      Ambil saja 5 – 10 tes yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan kita cari dan usahakan lulus dengan hasil yang bagus, minimal TOP 30%.

  8. Imo, odesk readiness test itu gampang banget kok. Intinya cuma buat mastiin bahwa semua contractor ngerti sistem kerja odesk, biar gak ngecewain client nantinya. Yang penting, jangan pake contekan (yang langsung ngasih tau jawabannya) ya :D

  9. Nur

    Mas Wahyu, mau tnya, untuk verifikasi
    bank statement, klau sy pakai buku tabungan kan ngga ada alamat saya tuh, yg ada cuma nama, no.rek, kantor cabang tmpt kita buka rek, nah pernyataan transaksi bisa dr print-nya. Apakah bisa itu, ngga ada alamat sata? Tks,ya.

    • Wahyu Wibowo

      Verifikasi itu bukan keharusan kok, setidaknya hingga saat ini. Saya juga belum melakukan verifikasi. Untuk sementara abaikan saja dulu. Perbanyak tes keahlian saja dulu untuk meningkatkan kuota.

      • Nur

        Oh, begitu. Tks, ya, pertanyaan saya cepat dijawab. Mudah-mudahan tambah sukses. Sekali lagi, tks, ya. Bravo!!

  10. seto wisanggono

    kang mas , saya baru daftar di odesk , saya sebagai data entry, sudah beberapa kali mengikuti uji kesiapan untuk kontraktor independen , setelah saya mengisi pertanyaan yang pertama , trus saya ingin melanjutkan pertanyaan kedua dengan mengarahkan kusor ke “BERIKUTNYA” lalu saya klik tapi tidak bisa
    diatas ada kata kata “tidak ada item : 1 dari 11″
    kenapa ya ? bagaimana caranya ? karena saya selalu mengalami hal tersebut diatas setiap mengikuti uji kesiapan odesk
    trims ya , tambah sukses di odesk

    • Wahyu Wibowo

      Coba ganti browser.

  11. Vie

    Saya beberapa kali mengikuti tes selain readiness, tapi sellau gagal, adakah saran buat referensi sebelum mengikuti tes? Banyak terima kasih atas bantuannya

    • Wahyu Wibowo

      Memang untuk mengikuti tes selain readiness sebaiknya materinya dipelajari dulu sampai matang karena soal-soalnya sangat sulit. Jika gagal tes masih bisa mengikuti lagi tapi harus menunggu satu bulan. Saran saya, ikuti tes yang benar-benar dikuasai terlebih dahulu.

Beri Tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>