Bagi Anda yang bekerja sebagai kontraktor di oDesk.com pasti tahu apa itu Cover Letter. Kalau sampai nggak tahu “kebangeten” namanya. Kontraktor di oDesk.com wajib tahu dan harus bisa membuat Cover Letter. Mengapa demikian? Karena Cover Letter merupakan dokumen yang harus kita buat setiap kali kita mengajukan penawaran proyek (bid) kepada calon klien yang kita incar, bisa juga dikatakan sebagai proposal awal.
Pada umumnya Cover Letter berisi penjelasan kepada klien tentang beberapa hal sebagai berikut:
- Siapa kontraktor tersebut;
- Apa saja keahlian yang dimiliki oleh kontraktor tersebut;
- Mengapa calon klien harus memilih kontraktor tersebut;
- Contoh proyek yang pernah ditangani;
- Dan sebagainya.
Kita harus berusaha untuk membuat Cover Letter yang sempurna dan meyakinkan agar semakin besar peluang bagi kita untuk memenangkan proyek tersebut. Dalam hal ini tampaknya ketrampilan menulis dalam bahasa Inggris dan kemampuan bernegosiasi merupakan nilai plus bagi kontraktor. Bagaimana kalau kita tidak mahir bahasa Inggris? Tidak perlu takut kalau hanya soal itu, toh ada Google Translate yang bisa membantu kita. Nanti lama-lama akan mahir dengan sendirinya.
Saya ingin menyampaikan beberapa poin penting yang mungkin bisa membantu Anda dalam membuat Cover Letter. Namun perlu digarisbawahi bahwa ini hanya sekedar saran saja. Saya tidak menjamin bahwa dengan mengikuti tips ini Anda akan sukses di oDesk.com karena banyak faktor lain yang juga ikut berperan dalam menentukan kesuksesan kita.
1. Jujur
Kejujuran merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya. Cobalah bersikap jujur, baik itu kepada diri kita sendiri maupun kepada calon klien. Sebelum melakukan penawaran tanya lebih dulu kepada diri kita sendiri, sanggup tidak untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut tepat waktu seandainya memenangkan proyek tersebut. Jika tidak sanggup lebih baik kita tidak usah ikut menawar sekalian.
Jujur kepada calon klien dalam arti kita harus mengatakan dengan jujur apa kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, berapa lama kita bisa menyelesaikan pekerjaan, waktu luang yang kita miliki, kapan kita bisa dihubungi, dan sebagainya. Selain itu, ada baiknya jika Anda juga memperhitungkan kelayakan proyek tersebut. Misalnya berkaitan dengan deadline yang diminta oleh calon klien dan budget-nya. Kalau memang tidak realistis katakan saja terus terang dan berikan solusinya.
2. Singkat dan Jelas
Jangan membuat Cover Letter yang bertele-tele. Lebih baik langsung ke pokok persoalan, mengapa kita melakukan penawaran proyek tersebut. Jelaskan kepada calon klien kalau kita tertarik dengan proyek yang dia posting di oDesk.com dan berikan penawaran yang menarik kepada dia. Contohnya kita bisa memberikan jaminan bisa menyelesaikan dalam waktu yang singkat, jaminan uang kembali bila pekerjaan tidak memuaskan, dan sebagainya.
3. Pancing Dengan Pertanyaan
Bertanya merupakan salah satu trik untuk membuka percakapan dengan calon klien. Namun tentu saja harus diingat bahwa pertanyaan tersebut haruslah yang berbobot, jangan malah menunjukkan “kebodohan” kita sendiri dan jangan asal bertanya. Nah, jika calon klien menanggapi dengan serius berarti ada harapan bagi kita.
4. Jangan Bekerja Dulu
Banyak kontraktor yang mengerjakan proyek yang mereka incar meskipun belum ketahuan siapa yang bakal menang. Harapannya yaitu agar calon klien memilih mereka sebagai pemenang. Kalau di oDesk.com saya rasa ini tidak terlalu membantu karena sistem di oDesk.com prosedurnya tidak seperti itu. Barangkali berbeda kalau kita mencari proyek di 99designs.com.
Sekedar saran, sebaiknya tidak perlu se-ekstrim itu. Kalau cuma satu atau dua proyek mungkin tidak menjadi persoalan, tapi bagaimana kalau dalam sehari kita melakukan 10 kali penawaran. Bisa-bisa kita sudah stress duluan sebelum dapat proyek. Nah, sebagai gantinya bisa Anda baca poin terakhir di bawah ini.
5. Sediakan Portfolio
Portfolio merupakan senjata yang ampuh bagi seorang kontraktor untuk menunjukkan kepada calon klien bukti-bukti keahlian yang kita miliki. Usahakan sebelum melakukan penawaran (bid) Anda sudah mempunyai portfolio terlebih dahulu. Bagaimana jika belum punya? Ya, buat terlebih dahulu. Sebagai contoh jika Anda seorang desainer grafis, buat sembarang logo atau gambar menarik lainnya dan upload ke website. Jika Anda seorang blog writer, upload tulisan-tulisan yang pernah Anda buat. Jika Anda mahir PowerPoint, upload saja contoh presentasi yang pernah dibuat, begitu juga dengan yang lain.
Nah, setelah mempunyai portfolio yang keren selanjutnya dalam Cover Letter berikan link alamat website yang berisi portfolio tadi kepada calon klien agar dia bisa lihat. Dengan cara itu kita bisa menunjukkan bahwa kita memang layak untuk menjadi pemenang proyek.
Berikut ini beberapa artikel lain yang juga membahas tentang Cover Letter:
Saya sudah membaca artikel-artikel Anda tentang tips dan trik berkerja di Odesk.
). Saya udah pernah buat 2 buah website (pertama untuk teman saya dan kedua untuk perusahaan tempat saya bekerja) dan 1 buah aplikasi berbasis website (untuk perusahaan saya bekerja juga). Nah, berdasarkan skill yg saya punya, didalam portfolio itu saya harus nulis apa ? isi konsepnya kayak gimana?
.
Artikel-artikelnya sangat menarik ^^b.
Setelah saya baca, saya masih sedikit bingung soal portfolio. Skill saya di bidang web developer (lebih ke arah web programmingnya daripada web designnya
Maaf, klo pertanyaan saya dikit bego
Mohon bantuannya dan terima kasih.
Daftar dulu di oDesk. Nanti di situ ada form untuk memasukkan portfolio. Nah, isikan saja alamat URL dari web yang dibuat plus screenshotnya. Berikan deskripsi singkat tentang web tsb, teknologi yang digunakan, fitur-fiturnya, dsb.
buat tambah ilu