Asal jeli, Anda dapat membidik peluang berwirausaha, di tengah situsi ekonomi yang masih suram ini. Nah, agar tak salah langkah, kenali dulu trik-triknya.
Sekarang ini, ketika hampir seluruh sektor bisnis mati suri, justru bisnis yang dirintis dari rumah secara perlahan makin berkibar. Bahkan, banyak di antaranya berjalan berkat kegigihan dan turut campurnya tangan dingin wanita.
Dalam hal ini wanita boleh berbangga. Karena, dibanding pria, wanita bisa lebih jeli melihat hal-hal praktis dan berpeluang di sekitarnya. Misalnya, tetangganya yang kebetulan seorang wanita bekerja perlu makanan siap saji, maka jasa katering dapat dijadikan peluang. Atau bila tetangganya butuh pakaian yang nyaman tapi murah dan bagus jahitannya, inipun dapat dijadikan ladang emas.
Namun, tidak semudah itu juga merintis bisnis. Setiap orang yang ingin berkecimpung di dunia ini, tentu harus menata strategi dulu. Anda mungkin mengenal Sun Tzu, seorang panglima Cina jaman dulu. Sun Tzu mengatakan, sebelum terjun ke medan pertempuran kenali dan pelajari semua situasi di medan perang, seperti lembah, sungai, gunung, jurang, cuaca, dan sebagainya. Setelah itu, kenalilah kemampuan diri sendiri. Nah, nasihat Sun Tzu inilah yang banyak dipakai kalangan bisnis.
Modal Awal
Di banding uang, modal mental menduduki posisi terpenting yang harus dimiliki. Dengan mental yang tangguh, Anda akan bersemangat, berkemauan keras dan mampu memotivasi diri. Perlu diingat, tantangan berwirausaha cukup keras.
Berbeda dengan menjadi karyawan, yang lebih banyak bergantung pada atasan atau perusahaan, dengan gaji yang jelas tiap bulannya. Tapi, bagi seorang wirausaha, apa yang dilakukannya maka itulah yang akan didapatnya. Resikonyapun sangat besar dan dapat langsung dirasakan.
Ketidaksiapan secara mental akan berpengaruh pada prestasi usahawan. Karena, bagi yang tidak siap mental, ketika tantangan usaha menghadang, seperti kerugian besar secara mendadak atau kegagalan, akan langsung jatuh mental. Tantangan tersebut diistilahkan dengan bencana bisnis (business disaster).
Memupuk Mental Usaha
Ada yang perlu diperhatikan untuk memupuk mental usahawan, diantaranya:
- Buang pikiran negatif, karena kesuksesan seseorang lebih banyak ditentukan oleh sikapnya, ketimbang keahlian teknis.
- Percaya dan berani menentukan pilihan hidup sendiri.
- Banyaklah bergaul dengan kalangan pebisnis. Dengan berinteraksi dengan orang-orang yang berhasil merintis usahanya dari kecil hingga tumbuh besar dengan bersih, ulet dan bebas KKN, Anda akan dapat mengenal semua tentang dunia bisnis. Atau Anda pun dapat mengikuti kursus kewirausahaan.
- Cobalah melihat minat dan bakat Anda, siapa tahu bidang usaha yang akan dirintis justru dekat dengan kehidupan keseharian Anda. Keuntungannya, Anda dapat benar-benar menjiwai bisnis tersebut. Dengan kta lain, tidak salah pilih dan peluang untuk maju pun lebih besar. Namun, minat atau latar belakang pendidikan bukanlah hal yang memastikan seseorang sukses berbisnis. Karena ada juga yang tetap sukses meski itu di luar bidang akademisnya.
Saat Akan Berjalan
Ketika mental wirausaha telah Anda miliki, dan Anda pun mampu membaca peluang yang ada, maka perhatikan yang berikut ini:
- Bagaimana pasarnya? Pilihan usaha Anda bisa jadi menarik. Namun, jika tidak ada pasarnya, percuma saja. Ingat, jangan memulai usaha sebelum mendapatkan pasarnya. Berarti, Anda harus melakukan penyelidikan pasar. Ini memegang peranan penting, terutama dalam situasi bisnis dengan tingkat persaingan ketat.
- Sistem kerjasama ketika menjual. Jika Anda melibatkan pihak lain dalam bisnis tersebut, maka harus diketahui pula sistem penjualannya, apakah dengan konsinyasi, beli putus atau sistem jaminan? Sistem ini dapat pula digunakan dalam membeli bahan baku. Jangan lupa Anda perhatikan sistem pembayarannya, dengan kontan atau mencicil?
- Modal. Kalau bisa, gunakan modal milik sendiri. Ini mengingat situasi perbankan saat ini. Namun, bila teraksa ingin menambah permodalan dengan meminjam, maka harus waspada, siapkah Anda dengan konsep pengelolaan uang pinjaman? Dan, sebaliknya, tidak mengambil pinjaman jangka panjang. Ini akan memberatkan. Jadi, pinjamlah ketika order di tangan dan memang memerlukan dana tambahan, dengan menghitung berapa jumlah yang diperlukan. Kalkulasikan secara akurat.
- Pilih lokasi. Setelah semua komponen terpenuhi, perhatikan pula lokasi, dimana Anda akan memasarkan produk. Pilih lokasi yang strategis. Pemilihan lokasi ini terkait dengan pasar.
Saat Usaha Berjalan
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, berarti satu langkah telah Anda tempuh untuk jadi pebisnis. Maka, ketika usaha telah berjalan, Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Jaga kualitas produk.
- Beri pelayanan terbaik kepada konsumen.
- Jangan mengabaikan sejarah usaha.
- Jalin hubungan yang baik dengan konsumen (pelanggan) atau dengan produsen (pebisnis) yang lain.
- Jika Anda memiliki karyawan, bersikaplah adil pada semua karyawan.
- Perbaiki pembukuan yang telah ada. Dan jangan mencampur uang perusahaan dengan uang pribadi atau menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi.
- Tak usaha takut dengan persaingan. Yakinlah, setiap orang telah ditentukan rizqinya oleh Allah.
Saat Makin Berkembang
Ketika Anda melihat usaha yang Anda rintis makin berkembang, maka mulailah menata manajemen usaha dengan manajemen modern. Misalnya, lakukan pembenahan perusahaan secara terprogram dan menyeluruh. Tingkatkan kemampuan masing-masing personal. Jika usaha Anda tergolong tradisional, maka peralatan yang ketinggalan jaman mulailah Anda ganti dengan yang modern.
Sebagai contoh, di daerah Kudus, Jawa Tengah, seorang usahawan jenang (dodol) yang mulanya dengan sistem tradisional, kini untuk sistem pengawetan produknya mulai menjajagi sistem pengawetan dengan radiasi nuklir. Ini untuk memperbagus kualitas produknya.
Anda pun mulai harus membuka jaringan lebih luas lagi. Gunakan kemajuan teknologi untuk melihat peluang usaha, misalnya dengan menggunakan jasa Internet. Sebagai cntoh, seorang pengrajin kulit telur di Jakarta menggunakan internet untuk memasarkan produknya. Hasilnya, produknya bisa melanglang buana hingga ke Arab Saudi, Amerika dan beberapa negara lainnya.
Dan jika usaha Anda telah mulai baik dan berkembang, maka tak ada salahnya untuk mencoba go internasional.
(dari berbagai sumber)